Mengintip Pola Asuh Negara Paling Bahagia Lewat The Danish Way of Parenting

                                               

Judul buku : The Danish Way of Parenting
Penulis : Jessica Joelle Alexander & Iben Dissing Sandahl
Penerbit : B first (Bentang Pustaka)

"Ini masih bersalju," kata Eeyore dengan sedih.
"Ya, memang." 
"Dan, dingin banget." 
"Oh, ya?" 
"Ya," kata Eeyore. 
"Tetapi," sambungnya dengan lebih semangat, "kita tidak kena gempa akhir-akhir ini" 
- A.A Milne (Winnie The Pooh)

 Apa yang anda pikirkan tentang Denmark? kalau saya sih jujur saja, yang tergambar di benak saya adalah Peter Gade dan Victor Axelsen hehe (anak badminton auto tau).

Faktanya, Denmark dinobatkan menjadi negara paling bahagia selama 40 tahun!.
Then i ask my self, why? Why Denmark?

 Ada apa?


Sama siapa? (Eh, ehehe).

Kira-kira apa yang membuat denmark menjadi negara paling bahagia?

Ternyata rahasianya adalah ..

Yakk! pola pengasuhan.

Dan pola pengasuhan itu tidak terjadi 1 atau 2 tahun. Bahkan bertahun-tahun dari nenek moyang mereka. Penulis mengibaratkan pola pengasuhan mereka seperti jalinan kain, mereka tidak langsung melihat secara nyata tetapi lama-kelamaan pola itu terlihat.

Dari dulu kita menganggap bahwa keberhasilan dari pengasuhan adalah ketika anak menjadi pintar matematika, pemenang olimpiade atau pengusaha sukses. Sehingga kita melupakan hal yang paling penting dari itu semua,  yaitu ketangguhan, harga diri sampai empati.


Pola pengasuhan yang seperti apa?


Bahasa sederhananya,
 Berlakulah selayaknya kita ingin diperlakukan.

Yah, Simpel.
Maukah anda dibentak dengan nada keras?
Maukah anda dipukul dan dicubit?

Sama halnya dengan anak-anak. mereka tidak akan mau jika diperlakukan seperti itu. Hal tersebut adalah pembawaan alami kita.

Kadang, di momen yang kita tidak tahu lagi harus berbuat apa, memang kita secara otomatis melakukan hal-hal itu, seperti membentak dan memukul, yang sudah menjadi pola pengasuhan, dan tertanam di alam bawah sadar kita. dan hal itu diturunkan dari orang tua kita.

Dan beberapa orang tua menyadari, Ya! aku memikirkan hal yang lebih baik daripada memukul dan berteriak?

Tapi apa?

Dengan singkatan "P A R E N T" penulis mencoba membantu pembaca memahami prinsip pengasuhan ala Denmark

P untuk play
A untuk Authenticity
R untuk Reframing
E untuk Empathy
N untuk No ultimatum
T untuk togetherness or Hygge

Penulis mencoba membuat kita lebih sadar dalam mengasuh anak, agar setiap apa yang kita ucapkan dan lakukan bisa memberikan efek yang lebih baik dalam perkembangan anak-anak kedepannya.

Buku tidak terlalu tebal dengan bahasa yang mudah dipahami serta contoh kasus yang bisa kita aplikasikan saat pengasuhan.

Saya masih menobatkan buku ini menjadi buku parenting terbaik sejauh ini Dan akan selalu saya rekomendasikan untuk para orang tua yang baru ingin membaca buku ataupun calon orang tua yang ingin mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua. 

Mengapa saya menjadikan buku ini menjadi buku parenting terbaik yang saya baca? 
Hmm. Perlukan saya lanjut di postingan selanjutnya? :)


Comments